INTELEKTUAL MUDA PENDOBRAK PERADABAN
Oleh : Indah yulianti
Siapakah intelektual muda itu ? jawabannya
adalah mahasiswa. Ya, dialah sebutan untuk kaum manusia pilihan yang menajamkan
dirinya di jalan pendidikan tinggi. Suatu masa dimana berada dalam kondisi
terbaik untuk mengakses ilmu-ilmu yang bermanfaat. Mahasiswa adalah bagian
kecil dari populasi penduduk Indonesia. Berdasarkan hitungan saya, anggap saja
10% yang mampu kuliah. Artinya, kurang dari 10 % dari total penduduk Indonesia yang
mampu mengenyam bangku perguruan tinggi. Kalau total penduduk Indonesia 240
juta, maka sekitar 24 juta saja ang mendapatkan kesempatan untuk belajar sampai
perguruan tinggi. Kalau di hitung 10%
x 240.000.000 jiwa = 24.000.000
juta jiwa, jumlah yang sangat fantastis untuk memperkirakan. Lebih fantastis
lagi kalau kita lihat saat pendaftaran SNMPTN di setiap tahunnya, ada yang
lolos dan ada juga yang tidak lolos seleksi. Jumlah bangku yang diperebutkan
berbanding terbalik dengan jumlah yang memperebutkan. Ini menandakan besarnya
animo masyarakat akan pendidikan, khususnya mahasiswa. Itulah tingkat antusiasnya
masyarakat mengenai pendidikan. Untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia,
haruslah di siapkan secara matang-matang. Mempersiapkannya bisa di arahkan
kepada pemuda-pemudi Indonesia. Sekali lagi mahasiswalah harapan dari semua
ini. Seperti ucapan bapak Ir. Soekarno :
“Panggil aku mahasiswa karena aku yang akan
mengguncang dunia.”
Siapa yang tidak pernah mendengar
potongan kalimat ini. Kalimat yang diucapkan oleh Ir. Soekarno. Kalimat ini
mampu membangkitkan dan memberikan makna yang mendalam bagi para pemuda
Indonesia, khususnya mahasiswa. Sebutan mahasiswa sepertinya sangat bergengsi
di kalangan masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, diantara sekian juta masyarakat
Indonesia, 10 % yang mampu membuat peran sebagai mahasiswa, bahkan ada yang
mengatakan bahwa selain tuhan hanya mahasiswalah yang menyandang gelar ‘maha’.
Jadi, sedemikian hebatkah masyarakat memandang mahasiswa. Selain itu, saya
pernah mendengar kutipan “with great
power comes great responsibility”, kata kutipan di sebuah film heroic. Kutipan tersebut selalu terngiang di benak saya. Di
tambah dengan tanggapan masyarakat akan keberhasilan mahasiswa dalam menata dan
membangun bangsa ini, tentunya memunculkan tanggung jawab besar yang harus
diemban mahasiswa Indonesia. Dalam realitanya, mahasiswa tidak hanya sebagai insan
akademik yang cerdas dan terpelajar,
tapi juga diharapkan memiliki kemampuan menata lingkungan sosial yang dapat
dijadikan panutan, pemimpin serta pelopor perubahan. Wakil ketua Sumbar Intellectual Society (SIS) Musti Endra
menekankan, berbagai perubahan yang terjadi di belahan dunia ini sebagian besar
dicatatkan oleh mahasiswa, maka tidak berlebihan rasanya jika masyarakat kita
memiliki ekspetasi yang tinggi terhadap kaum terpelajar ini. Bagaimanapun juga,
mahasiswa adalah cikal bakal manusia-manusia hebat yang nantinya akan
mengembangkan layar dan menunjukkan arah kemana Indonesia harus dikemudikan.
Lalu mengapa harus mahasiswa yang
menjadi pendobrak peradaban ? jawabannya cukup jelas, karena mahasiswa adalah
kaum yang terdidik kemampuannya, ia dapat berkarya melebihi orang tua, dan
mereka pulalah yang nantinya akan mengambil alih kemudi bangsa dengan pemikiran
mereka yang brilliant dan semangat
mereka yang berapi-api. Mahasiswa adalah orang-orang hebat yang dibebani oleh
tanggung jawab yang besar, harapan masyarakat tentang terjadinya perubahan di
Indonesia tidaklah setipis basa-basi dan senyuman manis, mereka berharap bahwa
perubahan menjadi suatu realita ditangan manusia-manusia cerdas.
Oleh karena itu, mahasiswa dinyatakan sebagai orang yang
mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Mahasiswa lebih cocok
dikatakan sebagai intelektual muda. Kenapa dikatakan sebagai intelektual muda ?
hal ini terjadi karena intelektual muda adalah orang yang cerdas, berakal dan
berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimilkina. Ia juga mempunyai
kecerdasan yang sangat tinggi. Intelektual muda ini dianggap sebagai
cendekiawan yakni, kaum terpelajar. Kaum terpelajar yang dididik dari segi pola
pikir dan pola sikapnya sehingga dirinya dapat dihormati oleh masyarakat saat
ini. Masyarakat beranggapan terhadap
mahasiswa bahwa yang namanya intelektual muda itu mampu. Mampu dalam menata dan
membangun bangsa ini menuju peradaban gemilang. Sehingga, dalam pundak seorang
mahasiswa atau intelektual muda inilah akan muncul yang namana tanggung jawab
besar. Tanggung jawab yang harus di emban oleh mahasiswa.
Untuk itu, tanggung jawab seorang
mahasiswa harus diingat dari segi peran dan fungsi. Peran dan fungsi
intelektual muda haruslah ada ditiap diri mahasiswa. Apa peran dan fungsi
tersebut ? menurut saya, tidak lain adalah sebagai agent of change. Karena pada umumnya mahasiswa menginginkan perubahan
terhadap bangsanya. Tak hanya itu, ada peran bagi mahasiswi yang khusus. Peran
khusus tersebut adalah sebagai ibu generasi. Artinya, ibu generasi adalah
seseorang yang dapat mewarisi ilmu yang dimiliki kepada anak-anaknya kelak. Bukti
bahwa intelektual muda adalah salah satu agent
of change yang paling berpengaruh di tengah-tengah masyarakat dan
pemerintah. Seperti kejadian pada tahun 1998. Ini adalah bukti bahwa
intelektual muda paling berpengaruh ketika lengsernya presiden Soeharto dari
jabatannya. Mahasiswa adalah kaum-kaum paling mahal yang memiliki tekad,
memiliki kemampuan atau kemauan dan semangat juang. Ia juga merupakan harapan
suatu bangsa yang dapat mendobrak peradaban yang lebih baik lagi. Hal ini
dikarenakan mahasiswa memiliki intelek yang cukup bagus dan cara berpikir yang
lebih matang. Sehingga, mahasiswa dapat menjadi jembatan antara rakyat dengan
pemerintah. Selain sebagai generasi perubahan ( agent of change), mahasiswa sebagai generasi pengontrol atau social control. Sebagai generasi pengontrol mahasiswa
diharapkan mampu mengendalikan keadaan sosial yang ada di lingkungan sekitar.
Jadi, selain pintar dalam bidang akademis, mahasiswa juga harus pintar dalam
bersosialisasi dan memiliki kepekaan dengan lingkungan. Kemudian,fungsi
selanjutnya adalah sebagai generasi penerus. Ibarat sebagai tulang punggung
bangsa di masa depan, mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang
memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan
generasi-generasi sebelumnya di kemudian hari.
Menurut M. Hatta dosen disalah satu perguruan tinggi, fungsi
bagi mahasiswa adalah sense of crisis
dan selalu mengembangkan dirinya. Sense
of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi
disekitarnya. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa dapat
mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah.
Selanjutnya adalah insan akademis yang mengembangkan dirinya sehingga
intelektual muda bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi
tantangan di masa depan. Tak kalah penting adalah mahasiswa itu memiliki
posisi. Posisi mahasiswa adalah dalam hubungan masyarakat ke pemerintah yaitu
sebagai control politic, mahasiswa
pun dapat berperan sebagai penyampai aspirasi rakyat. Fakta menunjukan bahwa
zaman dahulu banyak intelektual muda seperti Habibie, Bung Tomo. Dan sosok
intelektual muda lainnya adalah seperti Fatimah al fikri yang membangun
universitas pertama kali di dunia sebelum universitas Al azhar. Beliau dikenal
sebagai ibu dari anak-anak. Meskipun beliau adalah seorang perempuan namun
tekadnya sangat tinggi untuk mendidik anak-anak.
Untuk itu benar adanya ucapan para
sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar Bin Khattab. Umar Bin Khattab mengatakan di dalam
sebuah hadits bahwa barangsiapa ingin mnggenggam nasib suatu bangsa maka
genggamlah para pemudanya. Untuk majunya sebuah bangsa dan menuju peradaban
gemilang. Maka, genggamlah pemudanya agar pemuda saat ini sadar akan peran dan
fungsinya, khususnya mahasiswa sebagai intelektual muda. Bahkan ucapan seorang
Pramoedya Ananta Toer bahwa nilai
diwariskan oleh kemanusiaan hanya untuk mereka yang mengerti dan membutuhkan.
Humaniora memang indah bila diucapkan para mahaguru indah pula didengar oleh mahasiswa berbakat
dan toh menyebalkan bagi mahasiswa-mahasiswa bebal, karena kalian dibenarkan
berbuat segala-galanya. Sehingga, mahasiswa dapat melakukan sesuatu yang
menurut dia itu adalah benar. Namun, tetap peran dan fungsi serta tanggung
jawab sebagai mahasiswa yang berpikiran intelek harus dijaga, jangan sampai
menjadi mahasiswa (kupu-kupu ) kuliah pulang-kuliah pulang. Sehingga, tidak
menghasilkan apa-apa. Seharusna, mahasiswa memiliki pengaruh yang sangat besar.
Karena mahasiswa sebagai garda trdepan dalam mendobrak sebuah peradaban
gemilang. Demikianlah pengaruh mahasiswa yang memiliki pemikiran intelektual, mahasiswa
dikatakan intelektual muda karena dari pemikiran dan sikapnya mampu mendobrak
peradaban sehingga dapat mencetak generasi-generasi cemerlang.